<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981</id><updated>2011-04-21T12:18:46.423-07:00</updated><category term='INFO~nature'/><category term='Wisata Alam'/><category term='Nature~imaji'/><category term='Nature~Spirit'/><category term='Nature~Story'/><title type='text'>Sat~Nature</title><subtitle type='html'>Pertualangan seru inspirasi alam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-5567000065350643592</id><published>2008-10-29T13:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T14:02:15.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Spirit'/><title type='text'>The Busier You Are</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;S&lt;/span&gt;uatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicara didepan sekelompok  mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah  dilupakan oleh para siswanya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: " Baiklah, sekarang  waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut  cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan  sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan  hati-hati batu-batu itu kedalam toples.  Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu  lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah  penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang  kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit  mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah  batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: " Apakah toples ini  sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu  dari siswanya menjawab. " Bagus!" jawabnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai  memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi  ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya,  "Apakah toples ini sudah penuh?" "Belum!" serentak para siswanya menjawab Sekali  lagi dia berkata, "Bagus!" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples,  sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen  Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari  ilustrasi ini?" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya  jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"  "Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan  kita bahwa : JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN,  MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu,  orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu.  Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu  meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan  pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang  kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal  yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan  berharga dalam hidupmu". &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-5567000065350643592?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/5567000065350643592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=5567000065350643592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/5567000065350643592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/5567000065350643592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/busier-you-are.html' title='The Busier You Are'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-3693864329337441977</id><published>2008-10-29T13:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T13:43:31.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Sebutir Pasir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjIWe22A4I/AAAAAAAAATg/If-HijBVTl0/s1600-h/Mount+Everest.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjIWe22A4I/AAAAAAAAATg/If-HijBVTl0/s320/Mount+Everest.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262676453148197762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;enakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di  Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya  wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam.  Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang  curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan  gersang sekali pun!   &lt;p&gt; Lantas apa? "Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari  kaki," kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah  melanjutkan kata-katanya, "Sebutir pasir yang masuk di sela- sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa  masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama  jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki  pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang  penjelajah sebab dia harus ditandu." &lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang  secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi  jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah  sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir  pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak  mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya  sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang  malakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman  keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap  hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang  kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi  kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan  masyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari  dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar  ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan  amal baik kendati kecil juga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dalam kisah sufi, seorang pelacur masuk surga hanya karena  memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung  dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai  sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh  yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut,  hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada  anjing yang kehausan.  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-3693864329337441977?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/3693864329337441977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=3693864329337441977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3693864329337441977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3693864329337441977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/sebutir-pasir.html' title='Sebutir Pasir'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjIWe22A4I/AAAAAAAAATg/If-HijBVTl0/s72-c/Mount+Everest.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-4197796794045565501</id><published>2008-10-29T13:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T13:25:46.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Kawan, Guncangkanlah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjGnfjDO6I/AAAAAAAAATY/fY0C0NlbDGI/s1600-h/Donkey.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjGnfjDO6I/AAAAAAAAATY/fY0C0NlbDGI/s200/Donkey.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262674546368134050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;uatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dia lakukan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun. Jadi, tidak akan ada gunanya lagi menolong si keledai. Ia pun mengajak para tetangga untuk membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyiramkan tanah ke dalam sumur. Biarlah sumur itu menjadi kuburan si keledai, pikir petani tua itu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis, meringkik penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Tak ada suara apa pun. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan, dan tak ada lagi suara apa pun, karena penasaran, si petani melongokkan kepala. Dan ia tercengang melihat apa yang terjadi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; ~~~~~~~~~~~~~~ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Kawan, kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dan lainnya) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" tadi dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah! Never give up! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan: (1) Bebaskan dirimu dari kebencian, (2) Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan, (3)Hiduplah sederhana, (4)Berilah lebih banyak, (5) Berharaplah lebih sedikit, dan (6) Tersenyumlah, bukalah hatimu untuk cinta dan kasih. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Apa pun yang menderamu, kesedihan, nestapa, guncangkanlah, jadikan alas kaki, pijakan, untuk melampauinya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-4197796794045565501?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/4197796794045565501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=4197796794045565501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/4197796794045565501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/4197796794045565501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/kawan-guncangkanlah.html' title='Kawan, Guncangkanlah!'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjGnfjDO6I/AAAAAAAAATY/fY0C0NlbDGI/s72-c/Donkey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6847794063616652302</id><published>2008-10-29T13:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T13:16:47.174-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Belajar pada Beruang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjEWsq1DPI/AAAAAAAAATQ/Evfb4OlsX0k/s1600-h/alaska-brown-bear_7791.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjEWsq1DPI/AAAAAAAAATQ/Evfb4OlsX0k/s320/alaska-brown-bear_7791.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262672058809388274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;eekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.   &lt;p&gt; Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya... hup... ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku." &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Mengapa," tanya sang beruang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Lalu kenapa?" tanya beruang lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kata ikan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; "Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; "Ops!" teriak sang ikan, nyaris tersedak. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : "Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...?" &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6847794063616652302?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6847794063616652302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6847794063616652302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6847794063616652302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6847794063616652302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/belajar-pada-beruang.html' title='Belajar pada Beruang'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjEWsq1DPI/AAAAAAAAATQ/Evfb4OlsX0k/s72-c/alaska-brown-bear_7791.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-9173992422055488206</id><published>2008-10-29T12:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T13:04:08.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Belajar Cinta dari Cicak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjBcgUAYUI/AAAAAAAAATI/UF8V2NfZR9Q/s1600-h/300px-Museum_f%C3%BCr_Ostasiatische_Kunst.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjBcgUAYUI/AAAAAAAAATI/UF8V2NfZR9Q/s320/300px-Museum_f%C3%BCr_Ostasiatische_Kunst.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262668860036768066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan  tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara  tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia  menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena  kakinya melekat pada sebuah surat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek  surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu  ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi  terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun,  tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan  tidak masuk akal. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup  selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat  pada surat itu! Bagaimana dia makan? Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak  itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat  bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak  lain muncul dengan makanan di mulutnya.... AHHHH! Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak  lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10  tahun. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi  bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang  dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan,  cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti  memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan  yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.   JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI! &lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;  Sumber: Unknown&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-9173992422055488206?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/9173992422055488206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=9173992422055488206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/9173992422055488206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/9173992422055488206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/belajar-cinta-dari-cicak.html' title='Belajar Cinta dari Cicak'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQjBcgUAYUI/AAAAAAAAATI/UF8V2NfZR9Q/s72-c/300px-Museum_f%C3%BCr_Ostasiatische_Kunst.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-344077891193155013</id><published>2008-10-29T12:09:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T12:52:39.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Danau Sebedang, Siapa yang Peduli ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQi-j_VmIHI/AAAAAAAAATA/4pvheKF_3EY/s1600-h/IMG_9007.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQi-j_VmIHI/AAAAAAAAATA/4pvheKF_3EY/s320/IMG_9007.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262665690089136242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagai objek wisata kebanggaan masyarakat kec. Tebas dan kec. Sebawi, danau Sebedang di Desa Sebedang kec. Sebawi Kab. Sambas tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk berbagai keperluan masyarakat. Kawasan wisata ini sangat diminati karena dengan kondisi alamnya yang sejuk, lembah, bukit dan pegunungan asri dan hijau di sekitarnya. Air danau yang jernih dan udara yang segar. Tapi itu dulu, saat kawasan ini baru dibuka sebagai objek wisata. Sekarang wajah danau dan sekitarnya tak seperti dulu. Udara di sekitar danau tak sesegar dulu semenjak kendaraan bermotor memasuki kawasan ini. Begitu pula air danau menjadi kotor akibat limbah/sampah. Di pinggiran danau telah dibangun rumah dan warung-warung dengan alasan sebagai tempat bersantai para pengunjung. Di sudut-sudut danau tampak sampah berserakan. Pemandangan danau tampak semerawut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Umumnya penduduk setempat juga lebih senang memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air. Dengan begitu air danau dapat mereka gunakan sebagai air minum, mandi, mencuci, dan sebagainya. Selain itu, mereka dapat pula berjualan sebagai pendapatan tambahan bagi keluarga mereka. Tapi sayang sekali, apakah kita tidak memikirkan nasib masyarakat lain yang menjadikan air danau sebagai air minum?. Layakkah sumber air yang telah tercemar itu diminum?.Jelas ini membahayakan kesehatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kini, hanya segelintir orang yang prihatin dan mengeluh terutama mereka yang sejak lama mengonsumsi air danau. Mereka sadar air danau telah tercemar. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk mengubah cara pandang bahwa tak ada kata terlambat jika kita mau bekerja sama menanggulanginya. Sebelum pencemaran itu bertambah parah apalagi sampai membawa wabah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Danau Sebedang hanyalah salah satu dari objek wisata yang ada di Kalbar. Masih banyak objek wisata lain yang perlu perhatian dan dukungan secara baik. Sudah seharusnya kita memilih konsep wisata ramah lingkungan bagi objek wisata alam di negeri ini. Selain menjaga keseimbangan ekosistem juga menjamin kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari itu diharapkan kepada semua pengelola objek wisata dan pemerintah untuk mencanangkan konsep wisata ramah lingkungan ini. Pihak pengelola dapat bekerja sama dengan lembaga konservasi alam untuk membina masyarakat awam di sekitar dan para pengunjung agar mereka sadar pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kerjasama dan dukungan sepenuhnya dari berbagai pihak maka bukanlah angan-angan, kelak objek wisata kita tidak hanya dibanggakan wisatawan domestik, namun juga sangat diminati oleh wisatawan manca Negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sejak informasi ini ditulis, kami selaku masyarakat mengharapkan pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar dapat segera meninjau objek wisata khususnya danau Sebedang tersebut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bicara soal sampah dan pencemaran lingkungan, saya teringat iklan layanan masyarakat di salah satu stasiun televisi yang berbunyi “Masalah sampah bukan masalah orang miskin dan kaya, tapi masalah mental dan budaya”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;Satria&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;Warga Desa Bekut Kec.Tebas&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-344077891193155013?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/344077891193155013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=344077891193155013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/344077891193155013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/344077891193155013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/danau-sebedang-siapa-yang-peduli_29.html' title='Danau Sebedang, Siapa yang Peduli ?'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQi-j_VmIHI/AAAAAAAAATA/4pvheKF_3EY/s72-c/IMG_9007.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6458901181689250571</id><published>2008-10-29T10:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T11:09:28.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Spirit'/><title type='text'>Mengalir Seperti Air</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/images/water+animation" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i285.photobucket.com/albums/ll43/suton1/suton3/waterfall_r4_c3.gif" alt="water animation Pictures, Images and Photos" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;   Seorang pria mendatangi Sang Master,    "Guru, saya sudah bosan hidup.     Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan.     Usaha saya kacau.     Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat.     Hanya jenuh dengan kehidupan.     Itu sebabnya saya ingin mati."  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya,     sang Master meneruskan, "Kamu sakit.     Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'.     Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap     kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang     bertentangan dengan norma kehidupan.     Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita     menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut     mengalir.  Itu sebabnya kita  jatuh sakit.  Kita mengundang penyakit.     Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir     bersama kehidupan membuat kita sakit.     Yang namanya usaha, pasti  ada pasang-surutnya.     Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil     itu memang wajar, lumrah.     Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi.       Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini?     Kita tidak menyadari sifat kehidupan.     Kita ingin mempertahankan suatu keadaan.       Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh     dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Tidak Guru, tidak. Saya sudah  betul-betul jenuh.     Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Ya, memang saya sudah bosan hidup."  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   "Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini.     Setengah botol diminum malam ini,     setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jamdelapan     malam kau akan mati dengan tenang."  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi     selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat     untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun.       Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh,     ia menerimanyadengan senang hati.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun     yang disebut  "obat" oleh Master edan itu.     Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana     tidak pernah ia rasakan sebelumnya.     Begitu rileks, begitu santai!     Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati.     Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama     keluarga di restoran Jepang.     Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama     beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir,     ia ingin meninggalkan kenangan manis.     Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai     banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan     membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu.     "Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin     meninggalkan kenangan manis!  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat     keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya.     Dan ia tergoda untukmelakukan jalan pagi.     Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan     istrinya masih  tertidur. Tanpa  membangunkannya,     ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi.     Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.     Karena pagi itu adalah pagi terakhir,     ia ingin meninggalkan kenangan manis!  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Sang istripun merasa aneh sekali,  "Sayang, apa yang terjadi hari     ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."     Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap     orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan     sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut.     Karena siang itu adalah siang terakhir,     ia ingin meninggalkan kenangan manis!     Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah.       Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan     apresiatif terhadap  pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba     hidup menjadi indah. Ia mulai  menikmatinya.     Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta     menungguinya di beranda depan.     Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman     kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini     aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,     "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena     perilaku kami." Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali.     Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya     untuk bunuh diri.  Tetapi bagaimana dengan setengah botol     yang sudah ia minum, sore sebelumnya?  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   Ia mendatangi  sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya     sang Guru langsung  mengetahui apa yang telah terjadi,     "Buang saja botol itu. Isinya air  biasa.     Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian,     apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat     menjemputmu kapan saja, maka kau  akan menikmati     setiap detik kehidupan.  Leburkan egomu, keangkuhanmu,       kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air.     Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan.     Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.     Kau akan merasa  hidup. Itulah rahasia kehidupan.     Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."     Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu     pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.     Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam  kekinian.     itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6458901181689250571?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6458901181689250571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6458901181689250571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6458901181689250571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6458901181689250571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/mengalir-seperti-air.html' title='Mengalir Seperti Air'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i285.photobucket.com/albums/ll43/suton1/suton3/th_waterfall_r4_c3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6071912121332245427</id><published>2008-10-29T10:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T10:50:15.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Jagung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQicx6rq6OI/AAAAAAAAASw/4e8AjqwbxRk/s1600-h/jagung1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQicx6rq6OI/AAAAAAAAASw/4e8AjqwbxRk/s200/jagung1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262628545962371298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.   &lt;p&gt;"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Tak tahukah anda?," jawab petani itu. "Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula." &lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6071912121332245427?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6071912121332245427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6071912121332245427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6071912121332245427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6071912121332245427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/jagung.html' title='Jagung'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQicx6rq6OI/AAAAAAAAASw/4e8AjqwbxRk/s72-c/jagung1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6988138473505897719</id><published>2008-10-29T10:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T10:18:00.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Story'/><title type='text'>Kisah Pohon Apel</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/images/apple+tree" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i86.photobucket.com/albums/k89/Ninja_Sakuraa/Apple_Tree_by_Rinian.jpg" alt="Apple Tree Pictures, Images and Photos" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.  "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang...tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun,setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.  Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku." kata pohon apel "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian,anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel. "Sekarang,aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan  sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak  memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan  tempat untuk beristirahat.Aku sangat lelah setelah sekian lama  meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah  tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.  &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.  Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika  kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka,dan hanya datang ketika memerlukan  sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Yang terpenting:  cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita  mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan  berikannya pada kita. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6988138473505897719?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6988138473505897719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6988138473505897719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6988138473505897719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6988138473505897719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/kisah-pohon-apel.html' title='Kisah Pohon Apel'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6667231044962761485</id><published>2008-10-29T09:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T09:46:26.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO~nature'/><title type='text'>Danau Sebedang, Siapa yang Peduli ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagai objek wisata kebanggaan masyarakat kec. Tebas dan kec. Sebawi, danau Sebedang di Desa Sebedang kec. Sebawi Kab. Sambas tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk berbagai keperluan masyarakat. Kawasan wisata ini sangat diminati karena dengan kondisi alamnya yang sejuk, lembah, bukit dan pegunungan asri dan hijau di sekitarnya. Air danau yang jernih dan udara yang segar. Tapi itu dulu, saat kawasan ini baru dibuka sebagai objek wisata. Sekarang wajah danau dan sekitarnya tak seperti dulu. Udara di sekitar danau tak sesegar dulu semenjak kendaraan bermotor memasuki kawasan ini. Begitu pula air danau menjadi kotor akibat limbah/sampah. Di pinggiran danau telah dibangun rumah dan warung-warung dengan alasan sebagai tempat bersantai para pengunjung. Di sudut-sudut danau tampak sampah berserakan. Pemandangan danau tampak semerawut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Umumnya penduduk setempat juga lebih senang memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air. Dengan begitu air danau dapat mereka gunakan sebagai air minum, mandi, mencuci, dan sebagainya. Selain itu, mereka dapat pula berjualan sebagai pendapatan tambahan bagi keluarga mereka. Tapi sayang sekali, apakah kita tidak memikirkan nasib masyarakat lain yang menjadikan air danau sebagai air minum?. Layakkah sumber air yang telah tercemar itu diminum?.Jelas ini membahayakan kesehatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kini, hanya segelintir orang yang prihatin dan mengeluh terutama mereka yang sejak lama mengonsumsi air danau. Mereka sadar air danau telah tercemar. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk mengubah cara pandang bahwa tak ada kata terlambat jika kita mau bekerja sama menanggulanginya. Sebelum pencemaran itu bertambah parah apalagi sampai membawa wabah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Danau Sebedang hanyalah salah satu dari objek wisata yang ada di Kalbar. Masih banyak objek wisata lain yang perlu perhatian dan dukungan secara baik. Sudah seharusnya kita memilih konsep wisata ramah lingkungan bagi objek wisata alam di negeri ini. Selain menjaga keseimbangan ekosistem juga menjamin kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari itu diharapkan kepada semua pengelola objek wisata dan pemerintah untuk mencanangkan konsep wisata ramah lingkungan ini. Pihak pengelola dapat bekerja sama dengan lembaga konservasi alam untuk membina masyarakat awam di sekitar dan para pengunjung agar mereka sadar pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kerjasama dan dukungan sepenuhnya dari berbagai pihak maka bukanlah angan-angan, kelak objek wisata kita tidak hanya dibanggakan wisatawan domestik, namun juga sangat diminati oleh wisatawan manca Negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sejak informasi ini ditulis, kami selaku masyarakat mengharapkan pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar dapat segera meninjau objek wisata khususnya danau Sebedang tersebut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bicara soal sampah dan pencemaran lingkungan, saya teringat iklan layanan masyarakat di salah satu stasiun televisi yang berbunyi “Masalah sampah bukan masalah orang miskin dan kaya, tapi masalah mental dan budaya”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;Satria&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Warga Desa Bekut Kec.Tebas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6667231044962761485?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6667231044962761485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6667231044962761485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6667231044962761485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6667231044962761485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/danau-sebedang-siapa-yang-peduli.html' title='Danau Sebedang, Siapa yang Peduli ?'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-9019089291429858533</id><published>2008-10-29T09:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T12:04:16.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO~nature'/><title type='text'>Ditemukan Bunga Bangkai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQivCfO1roI/AAAAAAAAAS4/b3Iu7awGbfE/s1600-h/IMG_8924.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQivCfO1roI/AAAAAAAAAS4/b3Iu7awGbfE/s200/IMG_8924.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262648621860761218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tidak tahu bunga bangkai. Spesies bunga bangkai yang terkenal di &lt;st1:place st="on"&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt; adalah Rafflesia Arnoldi. Disebut bunga bangkai karena bau busuk yang menyengat pada bunga menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Biasanya bunga bangkai tumbuh di tempat yang lembab seperti di propinsi Sumatra dan &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan.&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Baru-baru ini telah ditemukan tumbuhan unik yang diduga termasuk salah satu dari famili bunga bangkai. Tumbuhan tersebut ditemukan pada rabu, 8 Oktober 2008 secara tidak sengaja di sekitar perkebunan durian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami di Sebedang kec Sebawi kab. Sambas.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk memastikan apakah tumbuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini adalah spesies bunga bangkai atau bukan, kami menghimbau kepada pemerintah kabupaten Sambas dengan lembaga konservasi alam agar meninjau dan meneliti tumbuhan tersebut ke lokasi. Karena banyak spesies langka yang tidak diketahui keberadaannya dan harus dilindungi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kami telahpun mengambil gambar tumbuhan tersebut untuk ditunjukan sebagai bukti. Menurut salah satu dari masyarakat setempat tumbuhan ini hanya bertahan hidup selama tiga hari. Namun, perlu diteliti lagi. Kami percayakan kepada pemerintah yakni pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar untuk membimbing masyarakat awam agar peduli dengan perlindungan flora maupun fauna langka yang masih tersisa di kawasan hutan Negara tersebut. Kami bersedia menunjukan lokasi penemuan, hubungi Firdaus Marali : 085252452843&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                       &lt;/span&gt;Firdaus&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Siswa MAS GERPEMI Tebas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-9019089291429858533?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/9019089291429858533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=9019089291429858533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/9019089291429858533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/9019089291429858533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/10/ditemukan-bunga-bangkai.html' title='Ditemukan Bunga Bangkai'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SQivCfO1roI/AAAAAAAAAS4/b3Iu7awGbfE/s72-c/IMG_8924.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-3824499376902941084</id><published>2008-09-15T03:24:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T03:27:35.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~Spirit'/><title type='text'>BELAJAR DARI BURUNG DAN CACING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM44e3ELjCI/AAAAAAAAAOA/CfyZNSTgoa8/s1600-h/cacing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM44e3ELjCI/AAAAAAAAAOA/CfyZNSTgoa8/s320/cacing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246192718761921570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM44XD7yBAI/AAAAAAAAAN4/HZD2w3TpeYk/s1600-h/bird.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM44XD7yBAI/AAAAAAAAAN4/HZD2w3TpeYk/s320/bird.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246192584777401346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBlitz14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Comic Sans MS"; 	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu Cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya ?kantor? yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-3824499376902941084?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/3824499376902941084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=3824499376902941084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3824499376902941084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3824499376902941084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-burung-dan-cacing.html' title='BELAJAR DARI BURUNG DAN CACING'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM44e3ELjCI/AAAAAAAAAOA/CfyZNSTgoa8/s72-c/cacing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-7502678238054978664</id><published>2008-09-15T03:06:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T03:13:32.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~imaji'/><title type='text'>Kisah Seekor Belalang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM41KjPA86I/AAAAAAAAANw/owzeYkgdzlM/s1600-h/belalang_5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM41KjPA86I/AAAAAAAAANw/owzeYkgdzlM/s320/belalang_5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246189071306388386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBlitz14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bias melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia atau bentuk tubuh ?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belalang itupun menjawab dengan pertanyaan “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bias melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu sibelalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Renungan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu ? Bahkan lebih buruk lagi. Kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan kotak itu.Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda ?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah dipuncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda. (by Febrianty, 2002)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-7502678238054978664?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/7502678238054978664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=7502678238054978664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/7502678238054978664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/7502678238054978664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/09/kisah-seekor-belalang.html' title='Kisah Seekor Belalang'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM41KjPA86I/AAAAAAAAANw/owzeYkgdzlM/s72-c/belalang_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-6292824434609201694</id><published>2008-09-15T02:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T03:05:57.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~imaji'/><title type='text'>Kisah Kepompong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4zO1tWeYI/AAAAAAAAANo/nPcBhhvz5AQ/s1600-h/Kepompong1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4zO1tWeYI/AAAAAAAAANo/nPcBhhvz5AQ/s320/Kepompong1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246186945961687426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBlitz14%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Comic Sans MS"; 	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap2 mengkerut.Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Semuanya tak pernah terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yg menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untukmelewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Kekuatan ..Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Kemakmuran .... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon kebahagiaan dan cinta kasih...Dan Tuhan memberikan kesedihan kesedihan untuk dilewati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Cinta .... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati.... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya tidak memperoleh yg saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-6292824434609201694?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/6292824434609201694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=6292824434609201694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6292824434609201694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/6292824434609201694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/09/kisah-kepompong.html' title='Kisah Kepompong'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4zO1tWeYI/AAAAAAAAANo/nPcBhhvz5AQ/s72-c/Kepompong1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1031195180353742981.post-3144274156717483295</id><published>2008-09-15T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T02:54:50.574-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nature~imaji'/><title type='text'>Kisah Seekor Tikus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4weDvQ70I/AAAAAAAAANg/UFqpYv_1jMY/s1600-h/perangkap+tikus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4weDvQ70I/AAAAAAAAANg/UFqpYv_1jMY/s320/perangkap+tikus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246183908890963778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani  dan isterinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Tapi, dia  terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke  ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; "Awas, ada  perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"  Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat  kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu ini memang masalah  besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan  buat aku sakit kepala-lah." Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing.  Katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!"  "Wah, aku menyesal dengar khabar ini," si kambing menghibur dengan penuh  simpati, "Tetapi tak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdoa.  Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doadoaku!" Tikus kemudian berbelok menuju si  lembu. "Oh? sebuah perangkap tikus? Jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu  itu sambil ketawa, berleleran liur.  &lt;p&gt;Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, dengan kepala tertunduk dan merasa begitu  patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.  Ia merasa sungguh-sungguh sendiri. Malam tiba, dan terdengar suara bergema di  seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsa.  Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan  itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa.  Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya  ke rumah sakit. Si istri kembali ke rumah dengan tubuh menggigil, demam. Dan,  sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah  memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itu pun mengasah pisaunya, dan  pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya. Tapi, bisa itu sungguh jahat,  si istri tak langsung sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk, dan tamu pun  tumpah ruah ke rumahnya. Ia pun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa, kambing  di kandang dia jadikan gulai. Tapi, itu tak cukup, bisa itu tak dapat taklukkan.  Si istri mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga  selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang pun dijadikan panganan, untuk  puluhan pelayat dan peserta selamatan. Kawan, apabila kamu dengar ada seseorang  yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu,  ingatlah bahwa apabila ada "perangkap tikus" di dalam rumah, seluruh "ladang  pertanian'"ikut menanggung risikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih  banyak keburukan dari baiknya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1031195180353742981-3144274156717483295?l=inspiratif-myspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/feeds/3144274156717483295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1031195180353742981&amp;postID=3144274156717483295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3144274156717483295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1031195180353742981/posts/default/3144274156717483295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspiratif-myspirit.blogspot.com/2008/09/kisah-seekor-tikus.html' title='Kisah Seekor Tikus'/><author><name>sat~nature</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04360493539200248794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4n7XAFxbI/AAAAAAAAANI/5hWvxf7llE0/S220/Angah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Tox2e6Wsk_I/SM4weDvQ70I/AAAAAAAAANg/UFqpYv_1jMY/s72-c/perangkap+tikus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
